Patung Hidup yang Muncul Tiba-Tiba
Sebuah Esai Ignatiusbulele
Apa yang ada di benak Anda jika mendengar
profesi tukang parkir? Tukang parkir ialah salah satu profesi yang banyak
dijumpai di setiap tempat yang kita kunjungi. Profesi tersebut idealnya bekerja
membantu pengendara motor maupun mobil untuk dapat keluar-masuk suatu tempat.
Namun, di beberapa tempat, banyak tukang parkir yang tidak bekerja secara
ideal. Dalam artian hanya sebagai patung hidup yang muncul tiba-tiba dan
memintai ongkos parkir kepada para driver. Hal tersebut menjadi sebuah
fenomena baru yang banyak diperbincangka di linimasa.
Fonemena tersebut pun saya jumpai pada tulisan
di laman mojok.co. Pada laman tersebut tertulis, “Profesi
tukang parkir motor dan mobil sudah sering jadi meme dan bahan bercanda di
media sosial. Paling sering, wacana yang bergulir seperti ini, ‘Fotocopy habis
lima ratus perak, bayar parkirnya dua ribu.’ Atau, ada juga wacana lain, ‘Tukang
parkir Indomaret itu
kayak hantu, datang tak dijemput tiba-tiba udah niup peluit aja minta duit.
Memang, tujuan bekerja adalah cari uang, tapi ada lho yang kerjane minimal,
tapi hasilnya maksimal. Ya jenis ini yang saya maksud, tukang parkir patung.
Udah disuruh parkir mandiri, tapi kalau ada pemilik motor pergi, langsung mak
plencing menghampiri. Udah nggak diparkirin, dikasih aba-aba, tapi kalau udah
waktunya bayar langsung bergegas.”
Hal tersebut juga pernah saya
rasakan ketika datang ke salah satu kedai. Kedai termpat bersantai sekaligus bekerja. Datang
dengan kesunyian, pulang diiringi bunyi tiupan. “Pritttttt!”, terdengar dari
kejauhan suara itu. Tiupan pluit penghilang duit tiga ribu perak. Dengan cepat duit berpindah ke kantung
lelaki berpluit itu yang sekejap hilang tak berbentuk.
Mengalami peristiwa itu membuat
saya berpikir bahwa enak sekali pekerjaan mereka, duduk manis bak “patung
hidup” dan muncul tiba-tiba memintai ongkos. Saya pribadi sebenarnya tidak
masalah mengeluarkan biaya parkir. Namun, mereka seharusnya tetap melakukan
pekerjaannya secara ideal dan sesuai dengan porsinya, yaitu membantu para driver keluar-masuk lokasi tersebut. Semoga,
esok hari kita tak bertemu dengan “patung hidup” itu lagi.
BSD, 22/09/22